Headlines News :
Kalawarta Ikatan Mahasiswa AMS
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kaderisasi "Prabakti Satria Siliwangi" Oleh BPP IMA AMS Periode2015-2018

PAKUSARAKAN !!!
Sampurasun, Badan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Angkatan Muda Siliwangi (BPP IMA AMS) Periode 2015-2018 telah melaksanakan Agenda Kegiatan Kaderisasi Prabakti Satria Siliwangi selama dua hari pada tanggal 16-17 Februari 2016 di Sekretariat AMS Jl. Beraga 25B. Kegiatan berjalan dengan lancar serta menghasilkan 27 Peserta yang lulus menjadi kader anggota baru & 29 Peserta dinyatakan tidak lulus.
Bral Prak Prung!!!

Pemateri :
1.Pergerakan IMA AMS Konteks Kekinian (Rhesa Anggara Utama Selaku Ketua Umum dan Jajaran Pengurus Ali Lukmanudin,Dhyta Adhitia, Asep Rohmat, Moch Ryan Ibrahim II,Mustopa Ikmal)

2.Inovasi Sosial (KiLanceuk Drs. Iwan Purnaman, mantan Ketua Umum BPP IMA AMS)

3.Manajemen Opini (KiLanceuk Yaman Dydoe S.H, Aktifis Media & Wartawan)

4.Pergerakan Urang Sunda Dalam Membangun Peradaban Nusantara Konteks Historis dan Kontemporer
(KiLanceuk Kang Tjeje Hidayat Padmadinata, Tokoh Jawa Barat)

5.Kebangsaan Berbasis Budaya dan Globalisasi (Kilanceuk Kang Mahendra Uttunggadewa, Budayawan)

6.Perempuan Sunda Prespektif Budaya (Ki Lanceuk Ari Adipurwadijana S.Hum, MA, Dosen Sastra Inggris Unpad)

7.Angkatan Muda Siliwangi (Ki Lanceuk Drs.Noery Ispandji Firman, Ketua Umum PP Angkatan Muda Siliwangi periode 2015-2020)

8.Sejarah Perjuangan IMA AMS (KiLanceuk Drs. Rully Jaro Waluya Alfiady, Pendiri IMA AMS)

KEPENGURUSAN, VISI, MISI, MOTTO, GERAK LANGKAH

SUSUNAN KEPENGURUSAN BPP IMA AMS PERIODE 2015-2018

  1. Ketua Umum    : Rhesa Anggara utama
  2. Ketua I              : Ali Lukmanudin (Dep.Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan)
  3. Ketua II             : Moch. Syahid (Dep.Kepemudan, Penelitian dan Kajian Ilmiah)
  4. Ketua III            : Mustopa Ikmal (Dep.Hukum, Politik dan Pembangunan Daerah)
  5. Ketua IV            : Moch. Ryan Ibrahim (Lingkungan dan Kerjasama Antar Lembaga)
  6. Ketua V                     : Adhika Graha (Kebudayaan, Pengabdian Masyarakat dan Pers)
  7. KetuaVI                     : Mayang Arum Sunda (Ekonomi dan Kewirausahaan)
  8. Sekretaris Jenderal     : Dhita Adhitia
  9. Wakil Sekretaris         : M Qowiyyu    
  10. Bendahara Umum      : Asep Rohmat
  11. Wakil Bendahara        : M.Syobari

      
VISI, MISI DAN LANGKAH STRATEGIS KETUA UMUM BPP IMA AMS PERIODE 2015-2018 

1.      VISI :
“Terwujudnya organisasi profesional, penguatan karakter berbasis budaya intelektual dan gerakan dalam konteks sosial control.”
2.      MISI
a. Mendorong reformasi kebijakan publik yang dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat seutuhnya.
b. Memperkuat peran dan fungsi organisasi sebagai langkah strategis dalam pencapaian Visi.
c.    Mendorong  harmonisasi gerakan internal organisasi melalui konsolidasi secara terstruktur, sistematis, dan massif
d. Meningkatkan loyalitas dan militasni kader melalui internalisasi ideologi organisasi berbasis kearifan local.

MOTO ORGANISASi “Silih Asih-Silih Asah-Silih Asuh”
Bahwa setiap kader AMS harus mengembangkan jiwa kebersamaan dan kesamaan yang merupakan pula prinsip dasar dari Demokrasi , dengan demikian setiap kader AMS maupun IMA-AMS harus mewujudkan Demokrasi kedalam bentuk perbuatan dan kegiatan.

LANGKAH STRATEGIS DALAM RUANG LINGKUP KEBIJAKAN:
a.      Pemantapan dan Peningkatan Kualitas SDM atau Kader melalui :
1.  Pelaksanaan kaderisasi yang di lakukan secara konsisten, berjenjang, dan berkelanjutan (Up-Grading) pasca Latihan Kader, seperti Prabakti untuk Latihan Kader Tingkat Pertama, Satria Siliwangi untuk Latihan Kader Tingkat kedua, Satria Piningit untuk Latihan Kader Tingkat ketiga dengan format yang disesuaikan dengan tingkatannya.
2.    Pelaksanaan mentoring khusus internal organisasi dengan muatan materi yang di sesuaikan dengan setiap tingkatan organisasi berlaku untuk seluruh kader.
3.     Pelaksanaan pendistribusian kader-kader ke dalam ruang-ruang strategis di lingkungan sosialnya, baik lingkungan kampus seperti (BEM,BPM,UKM dst), maupun lingkungan sosial kemasyarakatan lainnya seperti (KNPI, Partai Politik dst) yang tidak bertentangan dengan AD/ ART organisasi.
4.    Pendelegasian kader-kader dalam berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia yang di selenggarakan oleh Pemerintah sesuai tingkatannya.

b.                  Pemantapan dan Peningkatan Kualitas Hubungan Kelembagaan kedalam (Internal) maupun ke luar (Eksternal) melalui:
1.      Pelaksanaan kunjungan lembaga ke seluruh distrik (Internal)  di lakukan secara rutin minimal dua kali untuk satu distrik setiap semesternya, guna membangun sinergisitas dalam aspek gerakan, program antara BPP dengan BPD yang di landasi oleh semangat kekeluargan.
2.      Pelaksanaan kunjungan ke lembaga pemerintahan (Eksternal) baik Eksekutif (Pemprov Jabar meliputi Gubernur, Sekretariat Daerah, Badan-Badan, Dinas-Dinas dst), Legislatif (DPRD Provinsi), Yudikatif, Inspektif, Ketertiban dan Keamanan. Guna membangun akses informasi mengenai kinerja Lembaga Pemerintahan sehingga dapat mengefektifkan BPP IMA-AMS dalam menjalakan fungsi pengawasannya. 
3.      Pelaksanaan kunjungan lintas OKP khususnya Ekstra Kemahasiswaan Eksternal) guna membangun Good Governance (Keperintahan Yang Baik) melalui sinergisitas antara BPP IMA AMS dengan OKP lainnya dalam aspek menjalankan fungsi pengawasan terhadap Lembaga Pemerintahan, kerjasama pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.
4.      Pelaksanaan kunjungan ke lembaga-lembaga lainnya seperti Partai Politik, Berbagai Perusahan Media dan setersusnya yang dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan bagi organisasi IMA-AMS.
c.                   Pemantapan dan Peningkatan Kualitas Gerakan Organisasi melalui:
1.      Penetapan Arah Gerakan Organisasi. “ Arah Gerakan IMA-AMS yakni dalam rangka membangun hegemoni/ kekuasaan politik dengan menghadirkan kader-kader terbaik sebagai langkah strategis serta instrument pembebasan (emansipatoris) masyarakat dari berbagai belenggu kesulitan hidup, bermuara demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur”
2.      Penetapan Pola Gerakan Organisasi, Sifat Terbuka  dan Tertutup
3.      Penetapan Operasionalisasi Gerakan Perjuangan Organisasi, seperti;
·         Pengawasan Kebijakan, Kinerja Lembaga Pemerintahan, Isu-Isu Strategis.
·         Penyikapan Kebijakan, Kinerja Lembaga Pemerintahan, Isu-Isu Strategis.
d.     Pemantapan dan Peningkatan Kualitas Pengabdian Masyarakat sebagai amanat cita-cita Tri Darma Perguruan Tinggi melalui:
1.      Advokasi Masyarakat
2.      Pengorganisasian serta Penggunaan Kekuatan Masyarakat dari berbagai elemen dalam aksi massa peyikapan atas  persoalan-persoalan strategis yang terjadi untuk di selesaikan bersama.
3.      Kegiatan sosial pada umumnya yang bermanfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
e.      Pemantapan dan Peningkatan Kualitas Pemasaran (Marketing) organisasi melalui:
1.      Penyusunan modul khusus pemasaran organisasi yang berlaku untuk semua tingkatan.
2.      Pendayagunaan media, IT
3.      Penyelenggaraan berbagai kegiatan yang bersifat terbuka yang dapat meningkatkan eksistensi organisasi.

AJARAN IMA AMS

Pakusarakan!!!

Sampurasun 
Ki Lanceuk,Kidulur,Kiadi Sadayeuh Sanagara Bahkan Sadunia!

Aya Catur Watak anu di mumule  di Organisasi IKATAN MAHASISWA ANGKATAN MUDA SILIWANGI pikeun kabagjaan kahirupan nyaeta, 

1.Kukuh Kana Janji
2.Leber Wawanen
3.Medangkeun Kamulyaan
4.Silih Wawangi

CATATAN KADER IMA AMS

Sunda Membedah Zaman"

"Undur jaman, datang jaman. Sabab jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeunh waktuna nyukma ngusumah ejeung nitis. Laju nitis dipinda sukma" (Prabu siliwangi"wangsit siliwangi). Sebuah disiplin ilmu untuk menelaah keadaan jaman yg terbebas dari subjektifitas kepentingan. Ini menjadi sebuah kunci bagi setiap orang untuk memedah sesuatu yg berhubungan dengan zaman dan para pelaku zaman, dgn berharap petunjuk Sang Maha Pencipta (Tafakur Zaman)

Kekuatan Rasa dijadikan alat untuk mendorong akal melakukan kerja menuju kekuatan semesta. Konsep ini sering digunakan manusia Sunda sebagai alat menemukan khasanah ilmu.

Hal penting yg perlu di ketahui, Sunda bukanlah sebuah etnis yg seperti sekarang kita pahami. Sunda merupakan tatanan kebumian yg meliputi cara berfikir, cara berperasaan, cara berbudaya, cara beradat-istiadat, cara hidup masyarakat, cara berhubungan dengan manusia, alam, Sang Maha Pencipta, yg secara fitrah menuju nilai-nilai kebaikan dan kesempurnaan. 

Oleh : Rhesa Anggara Utama
Ketua Umum BPP IMA AMS 2015-2018

Ajaran IMA AMS

PAKUSARAKAN!!!

Sampurasun kanca, wilujeng wanci sareureuh kolot.

Sarining Kuring ngajirim jatidiri. Kalayan hormat ka para Luluhur Sunda nu nancebkeun Sulur Buah Pikiran Luhung, nu jadi Pamancar, Pamancir jeung Pamancur Falsafah Sunda.
Babak carita urang buka ku tékad tata jeung cara Sunda NINDAK ngudag WAYAH: 

1.Bral! urang Milampah MARTABAT Kamanusaan Sunda.
2.Prak! urang Makalangan DARAJAT Kahirupan Sunda.
Prung! urang Ngawangun KALUHUNGAN Adat BudayaSunda.

Bewara

PAKUSARAKAN!!!

BEWARA LATIHAN KADER
“Membangun Ideologi SUNDA NUSANTARA Demi Kesadaran HIdup Bernegara"

Rapat Koordinasi

PAKUSARAKAN!!!

 "Memantapkan Pola Gerakan Melaui Penguatan Karakter Berbasis Budaya Intelektual Konteks Sosial Control"
BRAL, PRAK, PRUNG!!!

Agenda Kegitan Rapat Koordinasi BPP dan BPD IMA AMS Terbatas Wilayah Bandung Raya @Beraga 25B, Jumat 22 Januari 2016.

Bangsa Konteks Berbudaya sesuai dengan Nilai Cipta, Karsa dan Rasa sebagai Produk Budi dan Daya Manusia.

Bangsa Konteks Berbudaya sesuai dengan Nilai Cipta, Karsa dan Rasa sebagai Produk Budi dan Daya Manusia.
Kutipan:
Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, BUDAYA adalah KOMPLEKSITAS dari:
1. SISTEM NILAI & KEYAKINAN (MITOS): berbentuk abstrak, sehingga tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan. Wujud ini terdapat di dalam pikiran masyarakat. Ide atau gagasan banyak hidup bersama dengan masyarakat. Gagasan itu selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara setiap gagasan ini disebut sistem. Ia (Koentjaraningrat) mengemukaan bahwa kata ‘adat’ dalam bahasa Indonesia adalah kata yang sepadan untuk menggambarkan wujud kebudayaan pertama yang berupa ide atau gagasan ini. Sedangkan untuk bentuk jamaknya disebut dengan adat istiadat.
2. SISTEM KERJA (ETOS): Sistem ini disebut juga sebagai sistem sosial. Sistem sosial sebagai keseluruhan aktifitas manusia atau segala bentuk tindakan manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola-pola tertentu berdasarkan adat yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Tindakan-tindakan yang memiliki pola tersebut disebut sebagai sistem sosial oleh Koentjaraningrat. Sistem sosial berbentuk kongkrit karena bisa dilihat pola-pola tindakannya dengan indra penglihatan.
3. SEMUA MATERI DARI HASIL SISTEM NILAI DAN KEYAKINAN YANG DIEJAWANTAHKAN: Disebut juga dengan KEBUDAYAAN FISIK. Wujud kebudayaan ini bersifat konkret karena merupakan benda-benda dari segala hasil ciptaan, karya, tindakan, aktivitas, atau perbuatan manusia dalam masyarakat.

3 Wujud Kompleksitas tersebut di atas mengandung tujuh unsur besar secara universal, yakni:
1. Bahasa,
2. Kesenian,
3. Sistem religi,
4. Sistem teknologi,
5. Sistem mata pencaharian,
6. Organisasi sosial, dan
7. Sistem ilmu pengetahuan.
Bagaimana konteks bangsa Indonesia hari ini yang konon selalu diagung-agungkan sebagai bangsa berbudaya? Sistem Nilai/Keyakinan dan Sistem Etos Kerja yang semakin bobrok tergilas oleh zaman. "Sudah saatnya kembali kepada jati diri" sebagai bangsa berbudaya.
 
AMS
Template by : Creating Website Supported by MENOREH.NET - Media Partner Bisnis
Copyright © 2015. Kalawarta Ikatan Mahasiswa AMS - All Rights Reserved
Published by IKATAN MAHASISWA ANGKATAN MUDA SILIWANGI
Powered by Blogger